26 May 2014

REVIEW Moxpad X3

"Apa? Brand China????"
Yap, beberapa orang belum mendengarkan suaranya, namun sudah pesimis. Memang masih banyak orang yang menjudge sesuatu berdasarkan merk, padahal tidak sedikit yang punya merk besar namun price to performancenya buruk alias overpriced.
Brand asal China mulai memiliki tempat khusus di pecinta audio portable, karena harganya yang murah namun kualitasnya tidak sembarangan. Bahkan beberapa brand "asing" asal China sanggup mengalahkan sound quality dari well known branded yang harganya berkali-kali lipat, sering disebut "hidden gem"

Kali ini saya mau berbagi impresi tentang moxpad X3, IEM (In Ear Monitor) berdesain over the ear dengan detachable cable. Sampai di Indonesia, harga group buy moxpad X3 ini mencapai Rp 265.000. Harga normal mungkin diatas Rp 300.000 (Mei 2014)


Features
- lightweight, low profile shape with optimized nozzle angle is designed to rest comfortably in the ear
- detachable cable, lock snap mechanism that allow 360 degree rotation for comfortable fit
- inline microphone
- over the ear with formable cable fit

Spesifikasi
speaker type : dynamic
sensitivity : 95dB
Freq range : 20hz-20khz
impedance : 16 ohm
cable : 1,35m

Packing and Accessories
Packing moxpad X3 terbilang standar, kardus kotak biasa desain tanpa pernak-pernik unik.
Moxpad tidak tanggung dalam memberikan aksesoris. Tercatat ada harcase, converter CTIA to OMTP, converter untuk laptop/device lain yang jack suara dan micnya terpisah, dan tips triflange disamping tips S, M, L biasa.
Untuk yang belum tahu, sebagain besar earphone dan device di pasaran jacknya menggunakan standar CTIA. Namun beberapa ada yang menggunakan OMTP, contohnya jajaran handphone sony ericsson xperia (bukan sony experia) dan beberapa earphone sony ericsson lawas. Akibatnya, jika menggunakan device yang berbasis OMTP dan mencolokkan earphone yang berbasis CTIA atau sebaliknya, suara yang keluar tidak maksimal, terdengar aneh, terkadang mencolokkannya jangan full atau bahkan harus terus menerus menekan tombol call pada remote. Dengan konverter CTIA ini, masalah tersebut tidak akan terjadi.

Design, Build Quality, and Comfort
Moxpad X3 ini berdesain over the ear, artinya dalam penggunaannya kabel dilingkarkan ke atas telinga.
Bahan pembuatan keseluruhan plastik, kokoh dan terlihat rapi di pada tiap sambungannya. Desain over the ear pada kelas low end memang menciptakan kesan "mahal", karena bentuknya menyerupai stage monitor yang biasa digunakan artis ketika konser.

Kabel moxpad X3 dilapisi bahan seperti paduan karet dan plastik transparan, tidak mudah kusut dan tidak terlalu microphonic. Sayang tidak diberi shirt clip, padahal clip ini sangat membantu mengurangi efek microphonic ketika kita bergerak.
Oh ya, moxpad X3 ini detachable alias bisa dilepas dipisahkan dari housingnya. Sayang, model pin connector moxpad X3 tidak "pasaran" seperti shure, westone, dll. Kita tidak bisa seenaknya mengganti kabel dengan yang lebih baik karena terbentur pin propietary moxpad ini, kecuali Anda menyolder ulang kabel ke pin konektornya.
Tidak ingin kehilangan pasar di kalangan pengguna mobile phone, moxpad menyisipkan mic pada seri X3nya ini. Posisinya baik, berada di kabel right channel, di atas Y-splitter, sehingga posisi mic dekat ke mulut. Kita tidak perlu mendekatkan mic lagi untuk berbicara. Sayang hanya ada tombol call handling, tidak ada pengatur volume.

jack sudah gold plated, desainnya model "J" alias bersudit 45 derajat. Badan jack sedikit besar, namun tidak akan kepentok case tambahan pada handphone Anda.

Bicara kenyamanan, Moxpad X3 memberikan fitting yang sangat mudah dan nyaman. Sangat mudah mendapatkan seal yang baik. Sayang tips bawaan sedikit kurang nyaman untuk penggunaan dalam waktu yang lama. Gunakan tips yang lebih nyaman seperti sony hybrid, bawaannya sony MH1, bawaannya Creative EP-630, atau dBe tips, masalah ini akan hilang, dan menjadikan moxpad X3 salahsatu IEM dengan fitting dan kenyamanan terbaik di kelas Rp 300.000

Suara
Moxpad X3 ini sudah burn-in sekitar 65 jam.
Source yang saya gunakan dalam review :
- laptop with dacport
- direct iPhone 4s
- Sony MW1 as DAP
- sansa clip+ standard
- galaxy S2 custom ROM, viper4android

Mari kita bahas satu per satu
Bass
Moxpad X3 menampilkan bass berkuantitas besar, fun, dengan presentasi boomy namun masih terkontrol sehingga tidak terlalu beleberan dan menyerang mid. Impactnya bagus, deep, tidak lelet, dan terasa nendang di telinga. Karakter seperti ini banyak disukai oleh orang yang baru masuk dunia audiophile-freak, apalagi harga yang diberikan pun sangat terjangkau.
Untuk nyetel lagu metal yang butuh bass cepat dan dinamis, moxpad X3 keteteran karena bass agak boomy membuat pukulan bass agak lebar, sedikit kurang fokus.Uniknya, dengan sedikit permainan equalizer dan effect pada viper4android, bass moxpad X3 ini bisa menjadi tight and fast, sesuatu yang tidak bisa dilakukan IEM sekelas Sony MH1.

Mid
Mid moxpad X3 cukup tebal dan berbobot. Vokal posisinya di tengah (agak sedikit mundur tapi tidak jauh dari tengah-tengah), memberikan kesan relax daripada intim.
Ada sedikit bumbu sweet di vokal, mendengarkan genre vokal (vokal yang tidak banyak/tidak ada instrumen bassnya) terasa nikmat meski artikuliasi tidak superior.
Clarity sendiri baik sekali, terasa bersih dan lepas. Suara di mid selain vokal seperti piano, biola, saxophone, dll juga terasa berbobot dan agak tebal.

High
High moxpad X3 agak malu-malu. Jika Anda menggunakan setup yang warm dan highnya smooth banget seperti sansa clip+ dan Sony MW1, mid dan high seperti agak bersatu. Namun jika menggunakan setup yang lebih netral/balace seperti centrance dacport atau iPhone 4s, high tidak terasa bersatu dengan mid.
Bagi orang yang suka treble agak menyerang, sebaiknya hindari moxpad X3 karena akan terasa mendem bagi Anda. Namun bila Anda penggemar suara smooth dan anti tajam, X3 adalah idaman Anda.
Yap, moxpad X3 menampilkan high "apa adanya", presensinya jelas terasa namun masih terasa kurang banyak, tidak crisp, dan kurang sparkling. Sisi positifnya, high terdengar natural, sangat smooth, dan tidak ada suara tajam sedikitpun bahkan di volume tinggi.

Separasi, soundstage, dan detail
Separasi sudah baik, semua suara tidak ada yang bertumpuk atau mengumpul di tengah meski masih sedikit kurang sempurna jika dipaksa memisahkan instrumen yang sangat rumit dan berlayer-layer seperti orchestra. Soundstage terbilang lumayan luas tapi gak spacious, kanan-kiri-depan-atas sangat terasa posisinya. Perpaduan separasi dan soundstage yang cukup apik ini menciptakan suara yang tertata rapi, lebih rapi dibandingkan edifier H280 maupun dbe PR18.
Bicara detail, moxpad X3 memang bukan IEM detail revealer. Detail untuk bermusik sudah lebih dari sekedar cukup, namun beberapa detail di high terkadang hanya terdengar sayup-sayup karena kuantitasnya kurang.

Genre
Moxpad X3 ini sangat bisa diandalkan untuk musik yang ngebeat, EDM, pop termasuk kpop/jpop, alternative, hingga slow rock.
Untuk musik agresif seperti metal, butuh penyesuaian equalizer dan sound enhancement.
Untuk akustik, claritynya sedikit kurang, centrengan senarnya sedikit kurang detail.

Kesimpulan
Moxpad X3, salahsatu penantang serius IEM kisaran dibawah Rp 300.000.
Karakter bass nendang dan tidak terlalu tight namun tidak beleberan juga, dipadu dengan desain over ear yang berkesan high end adalah daya tarik yang sangat kuat bagi pemula. Ditambah mid yang berkualitas, para pemain lama di dunia audio-freak pun bisa saja kepincut. Kelemahan utama adalah di high yang malu-malu alias berkuantitas sedikit.

Dengan harga Rp 265.000, moxpad X3 memang tidak bisa mengalahkan IEM yang banderolnya 2-3x lipat seperti yang kerap didesas-desuskan ketika kita membicarakan brand asing asal China.
Namun untuk kelas dibawah Rp 300.000, Moxpad X3 adalah salahsatu IEM yang sangat direkomendasikan untuk dicoba.

Plus
- fun
- smooooooth dan rapi
- easy to fit

Minus
- kuantitas high kurang banyak
- tidak ada distributor resmi di Indonesia


Should I buy this? Jika Anda basshead dan suka desain over ear, this item is very recommended

38 comments:

  1. bang, kalo mau nyari moxpad x3 kemana ya?

    ReplyDelete
  2. Replies
    1. maaf bang,
      saya mau upgrade dari iem basic ie-300 nih rencana,
      menurut kuping saya, basic ie-300 bass nya kurang nendang bang,
      paling sering dengerin metal nih saya,
      apakah zero audio carbo basso udah pas buat dengerin metal bang?
      budget under sejuta nih bang,
      mohon perncerahan nya yah bang..
      thanx before.
      :)

      Delete
    2. Basso bassnya kurang tight sih IMHO, lbh masuk IM50 buat metal IMHO. Tp bassnya yhaa ga jauh sama IE300..
      Mending ke carbo douza klo mau bassnya gede dan buat metal msh asik

      Delete
  3. bang, kalau cari iem yg fittingnya enak( inginnya seperti lg quabeat 2 atau Basic IE-70HD yang agak nekuk), all rounder dan dibawak 350k apa ya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. POD500 paling klo nyari yg desain kayak gitu mah

      Delete
  4. mau tanya, kabel itu pasti transparan yah? atau tergantung warnanya?
    saya beli di aliexpress warna hitam tidak transparant kabelnya juga tidak transparant
    ]thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. tergantung warna, yg housingnya transparan kabelnya juga dicoating clear. Yg housingnya gak transparan, kabelnya jg gak transparan. Itu batch lama yah, gw krg tau batch baru masih sama ato enggak

      Delete
    2. tergantung warna, yg housingnya transparan kabelnya juga dicoating clear. Yg housingnya gak transparan, kabelnya jg gak transparan. Itu batch lama yah, gw krg tau batch baru masih sama ato enggak

      Delete
    3. tergantung warna, yg housingnya transparan kabelnya juga dicoating clear. Yg housingnya gak transparan, kabelnya jg gak transparan. Itu batch lama yah, gw krg tau batch baru masih sama ato enggak

      Delete
  5. halo om numpang nanya, saya nyari iem dgn range harga hingga 300rb
    dari berbagai informasi, saya menemukan piston 2, piston 3, dan moxpad 3 yang cocok dgn kantong
    umumnya saya mendengar musik hip-hop dan musik2 yang atmospheric (shoegaze, post-rock, post-metal)

    kira2 apa yang sebaiknya saya beli? atau mungkin ada saran lain?
    terima ksh

    ReplyDelete
    Replies
    1. mending piston 3 klo ada metal metalnya. Piston 2 dan moxpad X3 mendem bgt buat metal

      Delete
  6. Kalau dipakai untuk lari (goyang2) menimbulkan suara dug dug dug gak nih Bang? Karena saya coba beberapa type in ear selalu begitu. Rekomendasi in ear untuk lari (bergerak) apa ya Bang?

    ReplyDelete
    Replies
    1. in ear ya emang kayak gitu mas, mau yg very high end juga pasti bakal gitu.. Itu tandanya sealnya bagus di telinga. Klo gak dug dug berarti seal kurang bagus. Klo buat lari gak mau suara dug dug yaa pake eartips terkecil biar sealnya bocor..

      Yg bisa diminimalisir itu microponicnya, alias bunyi gerakan gesekan kabel dg badan. Pake chirt clip biar gak berisik kabelnya. Dan kualitas bahan kabel jg pengaruh, IEM-IEM high end bahan coating cablenya bagus jd gak berisik kabelnya ketika bergerak

      Delete
  7. Kalau dipakai untuk lari (goyang2) menimbulkan suara dug dug dug gak nih Bang? Karena saya coba beberapa type in ear selalu begitu. Rekomendasi in ear untuk lari (bergerak) apa ya Bang?

    ReplyDelete
  8. Nah itu bener maksudnya suara microponic. Jadi pakai clip membantu mengurangi efek microponic itu ya. Terima kasih sarannya Bang.

    ReplyDelete
  9. Bang minta rekomen iem over ear macem ini dong tapi yang harganya dibawah 500k

    ReplyDelete
    Replies
    1. selain merk moxpad? ada gak? terus moxpad x3 ini kabelnya bisa diganti dengan kabel lain? gak suka make mic soalnya. ohiya dapetin nih barang moxpad di mana yaa bang?

      Delete
    2. Klo suka bass mending nambah 100rb-an buat ATH Sport3. Ato Nambah 300rb-an buat ATH IM50
      Klo suka balance mending nambah 250an buat havi B3 pro 1
      Klo suka V-shaped dan suka agresif, nambah 250rb an dapet VSD3S
      Klo ga mau nambah sepeserpun yaa paling dapetnya moxpad series. Or NN Q3 GB om fuad tuh gak nyampe 200rb (gw blm nyoba)

      X3 pinnya propietary, jd susah cari yg udh jadi alias harus disolder sendiri kabel ke pin bawaannya. Klo Moxpad X6 pin nya MMCX, bisa pake kabelnya shure, atau ente beli pin MMCX dan bikin kabel sendiri jg bisa, bahannya banyak di pasaran MMCX mah.
      Yg masukin moxpad tuh yourearspartner (om hanif)

      Delete
    3. saya kemaren coba demo ATH sport3 di headfonia store suaranya clear dan treble banget, bassnya dangkal gak ngegebuk kayak shure atau merk merk dibawah itupun. setau saya si ATH emang dibuat bakal pecinta musik yang lebih ke clear. btw thanks banget buat semua infonya bang

      Delete
    4. ATH gak semuanya ke arah clear. Sport3 di kuping gw gak begitu clear malah, sangat telak bgt dibanding B3 pro 1 klo adu-aduan clear mah.
      Klo sport3 aja masih kurang bass buat ente, kayaknya mending meelec M6 drpd line up moxpad

      Delete
    5. waah bener berarti emang kuoing ane aja pasnya dibass yang jedag jedug banget soalnya sport3 bener bener clear banget menurut ane

      Delete
    6. dibilang jedag-jedug bgt sih enggak jg yah, msh ada yg lbh jedag jedug contoh carbo basso

      Delete
  10. Sampe sekarang uda nyoba nn q3 belum bro? Terus kalo dibandingin sama moxpad x3 gimana review nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ga berani ngasih komparasi mendetil soalnya nyoba Q3 bentar bgt. Sekilas treblenya lbh cring dari X3, bass gak segede X3, vokal lbh maju dari X3.

      Delete
  11. Sampe sekarang uda nyoba nn q3 belum bro? Terus kalo dibandingin sama moxpad x3 gimana review nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama seperti yg diatas sebelumnya bro :)
      dulu nyoba bentar bgt

      Delete
  12. Mau tanya dong bang. Mohon pencerahan kerehore Moxpad x3, kz ate, brainwavz jive buat daily use cocok yang mana.
    Dari sisi :
    -built housing, cable, input jack
    -sound nya bass, treble, mid
    -microphone, suara kita jelas/clear di lawan bicara, noise reductionya (tes di recorder aja hehe :) maklum buat telf dan nyanyi di smule juga soalnya.
    -tahan banting dan worth ga dgn price nya

    Wah kepanjangan ya. Hehehe masih awam sekalian belajar tntg iem dan sound2nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. gw blm nyoba brainwavz jive..
      Kalo X3 or ate
      semua poin yg ente tanya, jawabannya sama : berimbang di semua sisi
      Tinggal klo suka bass gede boomy dan vokal lbh halus tp treble ngumpet ambil X3, klo suka treble lbh cring, vokal kalah halus, dan bass tetep gede tp gak seboomy X3, ambil ate

      Delete
  13. Ehh iya kok design mirip banget ama ie200 ya? Apa ini rebrand ie200? Mau tanya juga bagus mana ama ie 200?

    ReplyDelete
  14. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  15. mas kalo diharga segini yg highnya lumayan bagus apa?
    emang mendem sekali ya mas? soalnya saya gak tau gak bisa ngedengar langsung.
    saya biasa make untuk mixing mastering, paling kalo keluar sesekali dipake.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebelumnya saya pernah nyoba versi earbud sennheiser mx271

      Delete
    2. dbe PR30 III paling


      or nambah buat carbo tenore

      Delete
  16. yg soundstagenya bagus apa Bang, kisaran 200an.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ATH CLR100 or nambah buat dbe PR30 III

      Delete