11 April 2015

REVIEW Abingo S100i

Terimakasih buat om Andika yang sudah memasukkan IEM ini ke pasar lokal, jadi saya bisa icip-icip :D

Selama ini IEM (In Ear Monitor) with mic di kisaran Rp 100.000 kebanyakan suaranya warm atau basshead, jarang yang suaranya ke arah bright. Abingo S100i hadir sebagai salahsatu pilihan bagi Anda yang suka suara ke arah bright atau yang kurang suka bass besar
Harga yang ditawarkan lumayan miring, Rp 125.000 per April 2015

Spesifikasi
Driver unit : dynamic 10mm
Sensitivity : 112dB
Impedance : 16 Ohm
Max power : 20mW
Frequency response : 20Hz-20kHz
Cable length : 1,2m
Jack : 3,5mm gold plated

Paket Penjualan
Kotak Abingo S100i ini sangat mengingatkan saya pada produk moxpad, baik itu ukuran kotaknya yang besar, penggunaan warna merah-hitam, hingga isi aksesorisnya.
Untuk ukuran IEM 100 rebuan, Abingo S100i tidak tanggung-tanggung dalam memberi aksesoris bawaan. Tercatat ada zipper hardcase yang siap melindungi S100i saat traveling, shirt clip untuk menjepitkan kabel ke baju agar efek microphonic berkurang, hingga 4 pasang tips (warna pink S/M/L, yang putih tidak tahu ukuran apa tapi mirip dengan M)

Desain, Build Quality, dan Pemakaian
Abingo S100i menggunakan desain classic straight down IEM. Bentuknya sendiri lumayan, tidak terlihat terlalu membosankan. Desain demikian bertemu dengan warna pink, jadi terlihat semakin feminim.
Urusan build quality, Abingo S100i memberikan bahan housing terbuat dari metal dengan cat ala krom mengkilat yang mudah tergores-gores. Untuk IEM 100 rebuan, housing metal memang nilai jual lebih tersendiri, mengesankan barang yang lebih durable. Apalagi finishingnya terlihat rapi sekali, tidak ada bekas sambungan yang menonjol ataupun gap yang tidak manusiawi antarpanel housing.
Ketika digunakan oleh pria berbrewok seperti saya, maka akan terlihat hmmmmmm.... *ah sudahlah*
Gunakan tips yang cocok dengan telinga Anda agar mendapat fitting, isolasi, dan kenyamanan yang baik. Kualitas tips baawaannya standar IEM 100 rebuan laah, nyaman sih lumayan namun untuk pemakaian jangka panjang cukup bikin lelah. Kebetulan semua tips bawaannya tidak ada yang cocok dengan saya, untungnya tips dari LG Quadbeat 2 bisa masuk dengan enak di telinga saya
Jack gold plated berprofil ramping tidak akan menyusahkan bagi Anda pengguna case tambahan pada smartphone/DAP, tidak akan kepentok case. Sayangnya lapisan body jacknya licin, mirip dengan Tingo TG38s. Bagi Anda yang tangannya kerap berkeringat, akan terasa licin ketika mencabut jack dari smartphone/DAP Anda, hati-hati jangan sampai terpeleset terus kabelnya yang tertarik agar tidak menimbulkan masalah.

Mic dan Call Handling
Mic bisa melakukan tugasnya dengan baik, tidak ada masalah dalam hal kejernihan maupun kekerasan suara ketika bertelepon.
Tombol call handling pun selain berfungsi untuk angkat/tutup telepon, juga sebagai pengontrol musik pada smartphone Anda. Tekan satu kali untuk play/pause, dua kali untuk next song, dan tiga kali untuk previous song.
Tombol berdimensi kecil plus sedikit keras ketika ditekan dan diperparah dengan profil licin sedikit mengurangi kenyamanan penggunaan, terutama ketika butuh tekan tombol dua atau tiga kali secara beruntun untuk pindah-pindah lagu.

Suara
Abingo S100i sudah menjalani burn-in 150 jam.
Setup yang digunakan untuk pengetesan :
1. Laptop with Centrance Dacport
2. Samsung Galaxy S2, poweramp music player

Karakter utama Abingo S100i ini agak bright dan agak tipis, bagi Anda pecinta suara warm tebal, sebaiknya menjauh

Low
Kuantitas bass yang diberikan Abingo S100i hanya cukupan saja, [update pemakaian 150 jam] bassnya jadi sedang, tidak terlalu tipis dan tidak besar, tetap definitely not for a basshead. Bassnya tight, clean, dan detilnya bagus. Jangan parno dulu ketika mendengar bass yang kuantitas cukupan saja, karena Abingo S100i tidak melupakan lowbass. Yap, lowbass di S100i masih terasa, tidak hilang begitu saja, sehingga bass masih terasa empuk pukulannya dan tidak membosankan.

Midrange
Midrange pada Abingo S100i ini sangat jernih dan detil. Penempatan vokal sedikit laidback, tapi tidak sampai jauh dibelakang. Midrange dan vokal secara keseluruhan terdengar sedikit tipis bagi selera saya, kurang punya bobot. Untungnya meski sedikit tipis namun tidak terasa terlalu kering, jadi vokal masih dapet emosinya, tidak terlalu datar atau membosankan.
Suara-suara instrumen yang nampang di midrange seperti gitar atau alat tiup terdengar bersih dan detil, mantaap

High
Abingo S100i memberi porsi high yang cukup banyak, terasa cring dan sparkling, sayangnya agak "kurus" profilnya. Suara-suara simbal crisp, agak tipis dan kurang bertekstur. High rawan terdengar tajam/metalik apabila bertemu file kualitas jelek atau recordingnya yang tajam, terutama di musik-musik keras semacam rock, screamo, heavy, metal dan kawan-kawannya. Namun bila nyetel musik-musik pop santai, high tidak terasa tajam kok.

Separasi, Soundstage, dan Detail
Separasi terasa bagus, suara-suara tidak terasa bertumpuk.
Soundstage cukup, belum terasa spacious tapi di telinga saya tidaklah sempit. Yang lumayan adalah depthnya, mana yang lebih dekat/jauh atau depan/belakang lebih terasa, sesuatu yang jarang diberikan oleh IEM 100 rebuan. Yaa jangan dibandingkan dengan IEM mid dan high end tentunya.
Detailnya bagus, detail kecil mudah tertangkap, sayup-sayup di belakang bisa terdengar.

Genre
Menurut saya S100i ini enak untuk genre slow, pop, jazz, blues, akustik, instrumental, classic, dan yang mirip-mirip dengan mereka.
Buat EDM, bassnya terasa kurang nendang, kurang fun jadinya.
Buat musik rock/metal lumayan, tidak ada masalah dalam speed maupun detail, hanya saja presentasi suara yang agak-agak tipis di telinga saya jadinya kurang seru.

Kesimpulan
Anda hanya punya budget 100 rebuan?
Ingin IEM with mic?
Tidak suka yang bassnya besar, dan lebih suka yang suaranya agak bright dan detail?
Abingo S100i adalah pilihan yang tepat, masih jarang IEM with mic di kisaran harga 100 rebuan yang karakternya agak bright dengan detail bagus seperti ini.

Presentasi suara yang agak tipis dan terkadang tajam memang merupakan ganjalan bagi sebagian orang, namun bagi Anda bright lovers saya rasa bukan masalah. Malah sepertinya Anda akan sangat menyukainya, apalagi harganya relatif murah :)

Plus :
- good detail
- suara bening, bersih, jernih
- murah

Minus :
- treble berpotensi tajam di lagu tertentu, terutama genre-genre keras
- keberadaan sibilance di beberapa lagu yang mungkin akan dibenci orang (meski bagi saya sih masih bisa ditoleransi)
- jack licin

7 comments:

  1. Replies
    1. Bantu jawan, Abinho S500 lbh warm,bass nya lebih ada dibanding S100 klo mau yg lebih ngebass ada di S600i

      Delete
  2. sama Phrodi 007 enakan mana bang

    ReplyDelete
    Replies
    1. sangat bertolak belakang karakternya, sesuain sama selera

      Delete
  3. Abingo ama Clr100 karakter suaranya gimana mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. S100 lbh tipis di midrange dan vokal. CLR100 jauh lbh textured suaranya.Treble sama-sama cring tapi CLR100 jauh lbh detailed

      Delete