27 July 2014

REVIEW Tingo TG38s

Yap, kita kedatangan earbud asal Tiongkok lagi : Tingo TG38s.
Merknya asing di telinga, harganya kisaran $15 dan di Indonesia pada bulan Juli 2014 bisa ditemui dengan harga Rp 170.000-250.000.
Namun, tingo akhir-akhir ini banyak mencuri perhatian. Memangnya kenapa sih? Seperti apa kualitas suaranya?

Packing and Accessories
Tingo kelewat pelit dalam membungkus barang dagangannya. Hanya diberi hardcase tanpa dus samasekali. Memang sih dus jarang terpakai dan lebih sering dibuang, namun kerap menjadi indikator "keseriusan" suatu brand.
Di dalamnya ada earbud plus tiga pasang sponge. Lumayan lah spongenya diberi banyak, lebih berguna daripada dus. Hhe

Design, Build Quality, and Comfort
Ketika membuka hardcase, muncullah earbud dengan chrome di sekujur tubuhnya. Chrome ini cukup untuk menutupi kesan murahan akibat desain housing sejuta umatnya. Apalagi chrome sekarang seperti menjadi idola bangsa Indonesia, apapun yang dilapisi banyak chrome dianggap mewah, sampai-sampai mobil keluaran terbaru banyak chrome dimana-mana. Mungkin tahun 2020 ban dan jok ikut dilapisi chrome. Hha. Malah OOT.
Saya pribadi kurang suka dengan chrome disekujur tubuh seperti ini, kesannya norak, berlebihan dan pedas di mata. Apalagi desain bodynya tidak menarik. Sama seperti wanita yang tidak dianugrahi wajah semenarik selebritis, tapi dia dandan berlebihan sekali agar terlihat seperti selebritis.
Kenyamanan yaa standar earbud housing sejuta umat lah, agak besar dan mengganjal namun masih nyaman digunakan.

Jack sudah gold plated, sayangnya permukaan bodynya licin, sehingga ketika mencabut dari jack kalah tidak hati-hati malah kabelnya yang tertarik. Salah-salah kabelnya putus di dalam atau solderannya lepas.

Suara
Earbud ini sudah burn-in 100 jam. Cukup lama lah yaa..
Source yang digunakan seperti biasa, laptop dengan DAC centrance dacport. Kali ini ada tambahan iPod classic 4th gen.

General character tingo TG-38s menurut subjektivitas saya :

Low
Kuantitasnya tidak banyak, sedang-sedang saja, lebih banyak main di midbass daripada lowbass. Responnya tight dan impactnya cukup bagus sehingga meski tight tapi tendangan punchnya masih terasa. Bass kurang berbody, sehingga kesannya agak "kurus". Sangat tidak direkomendasikan bagi penggemar bassheavy.
Speednya oke, bisa melahap musik-musik beritme cepat tanpa masalah, detil batas gebukan dobel pedal di musik metal disajikan dengan jelas dan rapi sekali. Kontrol di low frequency ini terbilang excellent, tidak pernah sekalipun meleber ke midrange.

Mid
Agak tipis untuk selera saya, penempatan vokalnya forward dan sangat clear. Untuk lagu-lagu vokal, jujur saja saya merasa bosan, terlalu cold dan kurang berbobot. Jika dipair dengan classic 4th gen, baru vokalnya lebih punya bobot, namun bagi saya masih terasa kurang. Setidaknya pair dengan iPod classic 4th suara instrumen dan vokal jadi lebih hidup, tidak seperti pair dacport yang terasa tipis.
Kekuatan utama TG38s ini memang di clarity sih, terasa bersih dan bening sekali midrangenya. Centrengan gitar akustrik terasa sharp dan detil. Efek gitar elektrik pun terasa mantap, jernih sekali. Bagi Anda pecinta musik rock, metal, dan yang sejenisnya, Anda akan dipuaskan oleh kejernihan dan agresivitas raungan gitar yang disajikan TG38s ini.

High
Kuantitas high banyak, agresif, sparkling dan cring sekali, terkadang agak tajam namun bagi saya sih tidak masalah. Suara simbal cukup crisp sayang kurang weight jadi seperti terlalu ringan dan kurang bertekstur. Ekstensi high baik, lepas dan sangat airy, tidak ada kesan terkungkung sedikitpun.

Separasi, staging, detail
Disinilah TG38s berjaya. Separasinya oke punya, rapi dan semua saling lepas, tidak ada yang terasa bertumpuk. Staging terasa luas, megah, dan lively. Detail pun oke punya, detil-detil kecil mudah terdengar. Tidak perlu dibahas secara panjang lah yaa, semuanya mantap.

Genre
TG38s cocok sekali untuk musik agresif dan cepat seperti rock, metal, dan yang mirip-mirip, hanya saja midrangenya terasa kurang tebal.
Untuk akustik pun clarity dan detailnya juara.
Genre lain seperti pop dan jazz pun oke.
Hanya agak kurang di vokal-vokal sih, meski clear tp agak kurang berbobot. Dan juga untuk bassheavy music, bassnya terasa tipis, kurang berbody.

Kesimpulan
Tingo TG38s, earbud harga miring yang mencuri perhatian dengan suaranya yang jernih dan agresif, ditambah dengan detail, staging, dan separasi yang oke.
Anda penggemar lagu-lagu agresif dan cepat seperti rock, metal, dan yang mirip-mirip, atau Anda pecinta akustik, ada baiknya tidak melewatkan earbud yang satu ini. Hanya $15 lagi harganya. Really bang for buck! Don't miss it!

Namun TG38s adalah musuh utama bagi Anda yang tidak suka suara yang agak tajam, dan Anda yang gemar suara tebal-tebal di vokal dan low pun sebaiknya hindari ini.

Plus
+ tampilan full chrome banyak disukai orang
+ jernih dan detil
+ technicality mantap untuk ukuran earbud
+ price to performance ratio mantap

Minus
- Jack licin
- Terkadang overbright, Anda yang suka suara natural/weighty mungkin akan sedikit mengeluh. Sebaiknya pair dengan DAP/amplifier yang warm atau yang midrangenya tebal.

Should I buy this one?
TG38s memiliki high yang bright dan cenderung agak tajam. Pastikan Anda menyukai karakter tersebut, karena kalau tidak, TG38s akan membuat telinga Anda cepat lelah.

12 comments:

  1. Wow, price to performance 10/10. Buat saya yang lebih suka warm/kalem, earbud ini kurang okeh. Emang masalah selera sih..terlalu nusuk dan pedes..tapi kebalikan kalo yang suka pedes dan nusuk bakal suka ama earbud ini. apalagi bassnya emang speedy, meski kadang menurut saya suaranya agak artificial secara keseluruhan. Satu lagi, nggak semua metal enak didengerin pake tingo. genre seperti extreme metal kurang mantap kalo cansnya tingo, lebih enak KZ-OMX2.

    Oya, buat yang cari tingo tg-38s bisa kontak saya di kaskus, pake id togel22, lapaknya: http://goo.gl/bVr4WT ato sms gw aja di 081327320067...sapa tau bisa dikasih harga tiarappp.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tingo sangat-sangat wajib kena DAP warm, bestnya kasih shuffle 1st or photo 4th. Kayaknya bakal ganas abis sama fiio X3 dan X5 juga :D

      Klo OMX2 vs tingo sih buat metalan gw langsung tunjuk OMX2 yah.. Tp OMX2 rada berlebihan euy upped mid nya, buat lagu laen rada-rada aneh :p

      Delete
  2. klo sm x1 direct tanpa amp gmn tuh? cocok ga ya?

    ReplyDelete
  3. Om, kalo compare sama PAA-1 lebih unggul mana SQnya? Atau sama aja ya? Secara mereka berdua terlihat identik mulai dari bentuk housing sejuta umatnya sampe karakter sound-sig yang bright dan detail. Bedanya sih menurutku PAA-1 lebih unggul di sentuhan akhir housingnya yang dibalut doff dibanding TG38s yang chrome bikin pedes di mata. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. PAA1nya gen berapa?
      Gen awal sama gen baru beda soundsignya, menurut salahsatu orang yg ngakunya maniak PAA1 :D
      Gw sendiri belum nyoba generasi kolot yg bawaannya DAP hisound

      Gw pernah punya PAA1, IMHO gak bright. Referensi bright saya tuh yaa di tingo TG38s ini. PAA1 dibanding tingo TG38s ini jadi terasa warm, low gede impactfull, high smooth tp crisp simbalnya mantep, mid dan vokal cukup sweet. Karakternya beda 180 derajat sama TG38S yang lownya cukupan, mid dan vokal cenderung agak dry, dan high yg jauh lbh sparkling, crisp, dan sharp

      Delete
    2. Maksudnya generasi kedua itu 'PAA-1 Pro' bukan, om?
      PAA-1 gue sama seperti punya agan dalam review ini :
      http://m.kaskus.co.id/thread/519f73221b76087931000004/simple-review-paa-1-the-quotaudiophile-gradequot-earbuds-from-hisound-audio
      Tapi sekarang kabelnya udah putus :(
      Niatnya mau cari PAA-1 lagi, tapi udah susah banget nyarinya. Apa TG38s kira-kira bisa jadi alternatifnya ya? Soalnya keliatannya karakternya mirip gitu dari impresi yang dijelasin. CMIIW. •_•

      Delete
    3. bukan om, PAA1 pro mah beda barang lagi :D
      PAA1 yg dulu, yg suka dibundling sama DAP hisound terdahulu. Konon katanya menurut yg maniak PAA1 sih PAA1 yg sekarang jd agak beda soundsignya sama yg dulu.

      Waktu gw head to head PAA1 sama TG38s beda bgt soundsignya, gak bisa dijadiin alternatif kecuali pengen rubah soundsig hampir 180 derajat.
      Ditinjau dari segala aspek IMHO beda..
      Low PAA1 sangat berbody dan impactfull, TG38s cukupan saja, jelas kalah besar dibanding PAA1.
      Mid PAA1 laidback, vokalnya kerasa warm dan smooth. TG38s forward, agak tipis, dan cenderung agak kering.
      High PAA1 enggak sebright, secrisp, dan sesharp TG38s. TG38s di lagu tertentu sampe terasa tajam, klo PAA1 sih smooth abis gak ada tajem-tajemnya.

      Agak susah sih nyari yg bassnya well bodied, laidback, dan high msh crisp kayak PAA1
      Paling larinya ke baldoor E100, tp dia less bass dibanding PAA1. Mid dan vokal lbh forward, open, dan clear dibanding PAA1.
      Ato ke PAA1 pro aja sekalian :D

      Delete
  4. Om, tingo tg38s sm edifier h185 pedesan mana? Sy suka metalan dan treble extend tp gak tahan sibilance, kira2 si tingo worth gak kalo di pair sm hp android (zenfon c)?

    ReplyDelete
  5. tingo tg38s sama boars mx98 lebih greget yang mana om kalo buat metalan? thanks om

    ReplyDelete