06 April 2014

REVIEW NOKIA Bluetooth Headset BH-111, decent sound on decent price

Saya kembali mencoba mereview sebuah bluetooth headset, kali ini datang di kelas low end, yaitu Nokia BH-111 seharga Rp 250.000-300.000. Bluetooth headset ini dapat dengan mudah didapatkan di nokia center atau di toko aksesoris. Untuk pembelian online, harap berhati-hati dengan barang non original yang biasa dijual dibawah Rp 200.000. Always trust the original, setuju??

Spesifikasi
Saya sedang malas copas, silakan lihat di situs nokia saja : Spesifikasi BH-111
Spesifikasi kuncinya :
- baterai : 6 jam musik, 5 hari standby
- ukuran fisik : 48x37.6x12.8mm, berat 15.5g
- konektor : jack 3.5mm earphone, 2.0mm nokia charger jack
- versi bluetooth : 2.1+EDR

Paket Penjualan
Terbungkus dalam kardus yang cukup besar, bahkan lebih besar daripada dus galaxy S4 sekalipun, membuat produk ini terasa menjanjikan. Ketika dibuka, ternyata yang membuat kardus menjadi besar adalah konstruksi bagian pengaman dalam yang besar sehingga aman dalam pengiriman sekaligus mudah untuk dikeluar-masukkan. Cukup menggembirakan, dimana saat ini packing produk seperti yang 1x pakai, dalam artian jika sudah dibuka, kadang kita kesulitan untuk memasukan produk beserta asesorisnya kembali ke dalam dus dengan rapi.
Kelengkapan yang didapat :
1. earphone bertipe IEM (In ear monitor) dengan 3 ukuran tips silikon.
2. charger nokia 2.0 mm (jack kecil), jack charger model ini sangat mudah ditemukan dalam handphone nokia maupun paket powerbank berbagai merk, so tidak perlu khawatir kesulitan mencari alternatif charger.
3. Modul bluetooth nokia BH-111
4. Manual book yang sangat banyak dan tebal, dan ada berbagai bahasa
5. Kartu garansi 6 bulan

Build Quality
Nokia terlihat menyasar kalangan muda energik ketimbang kalangan elegan, terlihat dari pilihan warna cerah yang energik. Ada hijau muda, pink, putih, hitam, dan biru muda. Saya asalnya ingin membeli yang warna hitam, sayangnya saat itu hanya terdapat warna pink dan biru muda. Dengan alasan kurang suka warna yang berkesan terlalu girly (saya cowok), dengan berat hati saya ambil yang biru muda.
Ukuran dari BH-111 ini sangat kompak dan ringan, dengan berat hanya 15 gram membuat BH-111 ini sangat tidak mengganjal ketika diselipkan di baju, ditambah sistem clip yang menjepit dengan sangat kuat membuat BH-111 ini aman digunakan untuk olahraga ekstrem sekalipun. Ya, sistem clipnya menyatu dengan body, bukan sistem pegas seperti sony MW1 misalnya. Yaa terkadang clip yang sangat kuat ini akan membuat Anda sedikit kesulitan ketika menyelipkannya ke baju yang agak tebal.

Bagian depan terdapat 4 tombol, play/pause, previous, next, dan multifunction button.
Multifunction button ini selain sebagai tombol call handling dan tombol power, juga sebagai menu akses, misal untuk masuk ke pairing mode. Bagian muka ini berbahan karet kesat yang datar dan rata, sehingga mantap ketika diraba. Tombol play/stop, next, previous semuanya dibuat bertekstur menonjol, sedangkan tombol multifungsi dibuat cekung kedalam. Sebuah desain yang cerdas karena tanpa melihat pun dengan ini kita tidak kesulitan menentukan mana bagian atas dan bawah dengan meraba mana bagian yang cekung/menonjol, juga meminimalisir salah tekan tombol, mengingat BH-111 tidak dibekali layar.

Beralih ke bagian atas terdapat tombol volume dan lubang mic.Tombol volume ini mekanismenya putar "infinity", maksudnya, tidak seperti knob analog pada umumnya yang memiliki batas atas dan bawah, BH-111 ini ketika sudah mencapai volume tertinggi, kita hanya diperingatkan dengan suara "bip" dari earphone saja sedangkan knob masih bisa diputar. Hal yang sama berlaku untuk batas volume bawah, yang membedakan adalah suara "bip" di batas volume atas nadanya tinggi, sedangkan di batas volume bawah nada rendah. Yap, bisa dibilang pengatur volume ini adalah pengatur model digital namun berdesain analog, biasanya model digital kan berupa tombol atas/bawah. 

Maksud nokia baik, jika menggunakan knob volume analog tentu tidak bisa dibuat kecil dan juga banyak isu channel imbalance, belum lagi persoalan suara "kresek-kresek" yang kerap ditemui pada knob analog. Namun kelemahan desain yang dibuat nokia ini adalah kita jadi tidak tahu seberapa level volume yang sedang kita setel, 25%, 75%, 100%, atau berapa? Hal yang paling bahaya adalah jika tangan kita kerap jahil, misal ketika sedang standby volume iseng diputar-putar, dan ketika mendengarkan musik kita terkejut karena volume tiba-tiba tinggi.
Di tengah tombol volume putar ini terdapat lampu kecil sebagai indikator, bisa berwarna merah atau hijau, bisa menyala konstan ataupun berkedip. Silakan baca buku manual tentang arti dari indikator ini.

Bagian belakang terdapat clip yang sudah dibahas sebelumnya, gigitannya sangat kuat karena menyatu dengan body, bukan menggunakan pegas 
Bagian belakang ini terdapat informasu produk, seperti serial number, model number, spesifikasi kelistrikan, sampai beberapa peringatan. Sayangnya dicetak dalam tinta hitam yang mudah luntur jika sering bergesekan dengan tangan/baju

Bagian bawah hanya terdapat jack 3,5mm. Gigitan jack ini cukup kuat, memasukkannya perlu sedikit tenaga namun terasa smooth dan mantap. Dengan kata lain, earphone dan modul bluetooth tidak mudah terpisah jika tidak sengaja tertarik, misal ketika berolahraga.
Pada foto diatas terlihat jelas apa yang saya maksud model clip menyatu dengan body dan mengapa jepitannya sangat kuat.

Sampng kanan dan kiri sangat minim tombol, hanya ada lubang charger di sisi kiri
 Sisi kanan tidak ada apapun, yaa tentu memang seharusnya tidak diisi apapun karena sisi ini adalah bagian muka ketika BH-111 akan dijepitkan ke baju.

IEM bawaan tidak jelas apa kodenya, yang jelas cukup nyaman dipakai di telinga. Warnanya pun disesuaikan dengan body, tidak hanya housing, tapi sampai ke karet tipsnya pun warnanya sama. Berakibat negatif jika tips ini hilang, karena sulit mencari tips warna seperti ini, paling banyak warna hitam atau putih.
Jack berbentuk straight plug gold plated, standar lah. Kabel IEM ini cukup panjang jika dibandingkan dengan Sony MW1, jadi kita sedikit lebih leluasa menjepitkan modul bluetooth pada bagian baju manapun.

Keseluruhan, desain BH-111 ini sangat menarik, ergonomik, dan tepat fungsi. Hanya ada dua komplain dari saya, yaitu soal mekanisme knob volume yang sudah dibahas diatas, dan satu lagi masalah lapisan karet yang melapisi sekujur tubuh BH-111 ini. Bahan karetnya oke, terasa kesat, namun juga terasa agak lengket sehingga tidak bersahabat dengan debu dan lingkungan kotor misalnya ditaruh di meja tanpa pelindung, atau disentuh dengan tangan berminyak yang kotor. Lama kelamaan, warnanya yang cerah berubah menjadi kusam, menjadi kehitaman. Tentu ini tidak berlaku untuk BH-111 warna hitam, dan mungkin ini juga alasan kenapa warna hitam cepat sold out.

Setup dan Penggunaan
Tanpa didukung layar, hal yang pertama harus diperhatikan adalah kenali semua indikator, baik itu suara maupun lampu. Bacalah buku manual dengan seksama.
Untuk menyalakan, tekan tombol multifungsi selama 3 detik, kemudian akan terdengar suara BIP di earphone. Hal yang sama berlaku untuk mematikan BH-111.
Jika pertama kali beli, Anda harus masuk ke pairing mode. Caranya, dari keadaan modul mati, tekan tombol multifungsi selama 9 detik. Pada detik ke 3, indikator lampu akan menyala hijau, tetap tekan terus tombol hingga indikator lampu menyala hijau-merah bergantian. Pada saat ini, silakan cari nokia BH-111 dari handphone/gadget Anda, setelah BH-111 dikenali dan diizinkan untuk pairing oleh handphone/gadget Anda, maka selesailah proses pairing. Lampu indikator akan berkedip hijau secara singkat setiap 2 detik sekali.

Kualitas suara
Saya menggunakan samsung galaxy S2 untuk test ini. Tidak ada kesulitan berarti dalam pairing, dan semua fungsi berjalan sempurna. So, bagi Anda yang menganggap bluetooth headset buatan pabrikan satu tidak kompatibel dengan handphone buatan pabrik lainnya tidak perlu cemas.

Sebelum melangkah lebih jauh, jika Anda belum mengetahui kosakata dalam dunia audio, silakan buka kosakata audio dulu, agar tidak bingung
kosa kata audio

Kualitas telepon
Kualitas suara untuk bertelepon standar, tidak ada noise mengganggu, suara dari kita maupun lawan bicara terdengar jelas. Jika digunakan bertelepon sambil bergerak kecepatan tinggi semisal sambil naik motor, noise angin terdengar cukup jelas tapi jauh lebih kecil jika dibanding dengan menggunakan earphone berkabel bawaan kebanyakan handphone.

Kualitas musik
Keseluruhan, IEM bawaan BH-111 ini menyajikan suara yang seimbang di semua frekuensi, tidak ada boost atau frekuensi tertentu yang ditonjolkan. Karakter kolorasi suara BH-111 ini sangat mirip dengan phrodi 007 jimbon , namun dengan kualitas teknis suara dibawah jimbon, terutama di clarity, treble, dan detail.

impresi mendalam
bass
Bass terdengar deep dan cukup rapi. Punch terasa mantap, tidak boomy sama sekali. Cukup menggembirakan tentunya untuk yang benci bass bleberan. Detail bass terasa kurang, begitupun tekstur bass terasa datar. Speed bass medium, cukup lincah untuk trance/hip-hop, namun tidak cukup cepat untuk memproduksi suara dobel pedal cepat di musik metal.

Mid
Mid terdengar pas di tengah, tidak laidback pun forward. Kesan agak dry sangat terasa, vokalis terdengar lifeless, terdengar datar. Detail mid standar, centerngan gitar sudah terasa cukup crisp, begitupun dengan gesekan-gesekan senar dengan jari. Suara rumit alat elektronik musik kpop bisa dijabarkan dengan baik. Clarity adalah sektor paling payah disini, suara seperti tidak lepas dan kurang jernih.

High
High presensinya sangat terasa, tidak bisa dibilang mendem, namun tidak begitu clear. Suara simbal cukup crisp dan natural. Tidak ada suara-suara tajam disini. Seperti ada roll off di frekuensi diatas 12khz, ini membuat high tidak terlalu lepas dan ekstend.

Separasi, staging, detail, clarity
Separasi sudah cukup baik, namun untuk audio enthusiast seperti saya masih terasa agak kurang. Memang suara instrumen yang ribet misal di musik kpop bisa dijabarkan dengan baik, namun seperti masih kurang terpisah. Staging tercatat agak sempit, kanan-kiri tidak terasa berjauhan, depth nol. Detail dan clarity adalah hal terburuk dari BH-111 ini, agak payah kalau saya bilang.
Saya melakukan riset dengan tiga kondisi :
1. dengan menggunakan source yang berbeda, yaitu sony MW1 namun IEMnya tetap bawaan BH-111
2. langsung colok IEM bawaan BH-111 ke jack galaxy S2
3. Menggunakan IEM hippo pro one untuk menggantikan bawaan BH-111 dicolok ke modul bluetoothnya, dan membandingkannya dengan jika colok langsung ke jack galaxy S2 dan sony MW1.

Jika menggunakan sony MW1 dan IEM bawaan BH-111, terasa peningkatan di sisi detail, clarity, dan kerapihan suara. Hal yang sama bila IEM BH-111 dicolok langsung ke jack samsung galaxy S2.
Menggunakan pro one untuk menggantikan IEM BH-111 dicolok ke modul bluetooth, degradasi suara terasa sangat besar jika dibandingkan dengan colok langsung ke jack maupun ke sony MW1, clarity menurun drastis, begitupun dengan detail.

Saya menarik kesimpulan buruknya clarity dan detaik bukan kesalahan di IEM bawaan BH-111, tapi ada di kualitas modul bluetoothnya. Degradasi akibat transmisi bluetoth terasa cukup besar, paling besar efeknya di mid dan high, membuat terasa banyak roll off dan tidak clear, serta detail kecil banyak yang hilang.

Baterai
Tercatat untuk memutar musik non stop, BH-111 bertahan selama 5 jam 20 menit. Jika tidak digunakan untuk musik secara terus menerus, misalnya hanya digunakan untuk bermusik menemani perjalanan pulang pergi kota Jakarta yang kemacetannya luar biasa dan menemani jam istirahat di kantor, serta sesekali bertelepon, BH-111 ini bertahan full 1 hari dari pagi sampai sore, dan malamnya Anda harus mencharge untuk kegiatan esok hari.
Ketahanan seperti ini terhitung standar, kalah jauh dibanding sony MW1, namun sudah cukup lah setidaknya Anda tidak dibuat kesal dengan low batt di tengah hari saat sibuk-sibuknya kegiatan.

Simpulan
BH-111 menawarkan konsep energik dan kemudahan dalam pengoperasian. Warna-warna nyentrik sangat menarik kaum muda yang dinamis. Tombol ergonomis dan kemudahan pengoperasian menjadi sangat penting bagi Anda yang aktif.
Namun jika berharap kualitas super dalam bermusik, BH-111 ini cukup membuat Anda cemberut. Mengganti IEM bawaan BH-111 dengan IEM merk ternama yang lebih mahal bukan keputusan bagus, mengingat masalah kurangnya kualitas suara ini lebih karena kualitas modul bluetoothnya, bukan IEMnya.

Jadi, untuk Anda yang sekedar ingin menikmati musik kualitas secukupnya, mengontrol handphone untuk bertelepon/musik tanpa diribetkan oleh kabel, BH-111 ini pilihan yang tepat di harganya. Daripada gambling beli merk tidak jelas kualitas dan nama besarnya, nama Nokia menjamin setidaknya kualitasnya tidak memalukan, untuk dipakai sendiri maupun dipamerkan ke rekan.
Namun jika Anda memang berharap tidak hanya bertelepon, namun berharap kualitas lebih prima untuk bermusik, saya sarankan beli bluetooth headset yang kelasnya diatas BH-111 ini.

Plus
+ Harga kompetitif, mudah didapat
+ Pengoperasian mudah, ergonomis, zero bugs
+ Ringan dan clipnya kuat mencengkram
+ Banyak pilihan warna

Minus
- Sistem knob volumenya tidak bisa menunjukkan level volume yang sedang diputar
- Kualitas musik sangat standar
- Hati-hati dengan barang palsu, sebaiknya beli di nokia center atau di mall ternama, dan tidak tergiur jika ditawarkan dengan harga sangat murah


Rating : 7.5/10*
Penjelasan rating
10/10 : excellent price to performance. Must buy!**
9/10 : recommended
8/10 : good
7/10 : average
6/10 : try another things first
below 5/10 : leave it, not worth to buy!
*perlun diingat, ini adalah rating price to performance, bukan rating untuk menempatkan posisi barang ini dalam jajaran gadget audio dari kualitas tertinggi sampai terendah. Contoh kasus misal earbud A seharga 50rb dapat rating 10/10 bukan berarti kualitasnya lebih baik dari earbud 10jt yang dapat rating 7/10, namun earbud A memiliki excellent price to performance di harga 50rb, sedangkang earbud B hanya average saja di kelas 10jt
**must buy maksudnya tentu jika karakternya cocok dengan preferensi Anda

2 comments: