02 February 2014

REVIEW Hippo Pro One

Yap, kali ini yang akan saya review adalah flagshipnya hippo, hippo pro one, IEM berdriver BA (Balanced Armature) kelas Rp 1juta.
Driver BA biasanya memberikan detil yang luar biasa, namun lack of bass. Benarkah?

Spesifikasi
Driver - Single Balanced Armature
Style - Over the ear
Frequency Response - 20Hz - 18kHz
Sensitivity - 112dB/mW
Impedance - 16 Ohm
Cord Length - 1.2m

Packing dan Asesoris 
Hippo pro one dibalut dengan bungkus kardus yang "hippo banget", warna hitam tulisan orange. Di dalamnya terdapat sebuah IEM, dengan 3 pasang tips, sebuah pembersih tai kuping, dan sebuah hardcase. Cukup standar lah buat IEM 1jt.

Build Quality, Isolasi, dan Kenyamanan
Pro one ini berukuran kecil, sangat mungil bila dibandingkan dengan IEM over the ear lainnya. Terbuat dari plastik transparan sehingga kita bisa melihat kabel dan driver di dalamnya. Buildnya kuat, rigid, dan rapi.
Keluhan utama datang dari kabel, dia bahannya tipis dan lemes bgt. Bukan itu yg jadi masalah! Yang jadi masalah adalah kabelnya ditwist, dari jack sampai ke IEMnya. Akibatnya, kalo digulung sembarangan, twistnya suka kebongkar jadi longgar, menciptakan kesan uncomfortable to see padahal sebenarnya gak masalah.
Jack sendiri L-shape dan gold plated, standar lah.
Bicara isolasi dan kenyamanan, pro one ini hitungannya top bgt. Bodi yg kecil dan sangat ringan, ditambah tips berkualitas (paling beda dibanding hippo lainnya), di kuping serasa nyaman banget, hampir gak kerasa pake IEM. Impactnya, isolasi pun jadi bagus.
Microphonic ada, namun cukup kecil dan tidak mengganggu.

Suara
IEM BA berbeda dengan dynamic, dia tidak membutuhkan burn-in yang lama, diburn-in 100 jam pun perubahannya tidak sedahsyat dynamic driver. Tapi biar adil, gw nyalain 100 jam jg ini IEM, dan tidak banyak perubahan memang.

Quick impression : Buat yg belum pernah denger IEM single BA, denger pro one ini terasa tipis-agak kering-tajam. Biasakanlah beberapa jam, dan ente baru bakal tau gimana enaknya ini IEM.
Pro one ini suaranya banyak main di mid, dimana agak forward dan transparans dengan clarity top. Bass sendiri kuantitasnya kecil bin pelit, namun sebenarnya bisa mencapai low bgt. High presence nya bagus, agak tajam tapi asik. Unggulan pro one ini di speed, detail, dan clarity yang top bgt

Detail impression : Bass seperti dibilang sebelumnya, kuantitasnya kecil namun deep. Kasih bass boost deh di amplifier kalian, atau di software pemutar musiknya naikin bassnya, langsung deh muncul itu bass yang punch, tight, very-very clean, kontrol luar biasa baik, dan speed yang cepat. Denger drum dobel pedal, batas gebukan sangat jelas sekali, transientnya begitu cepat. Bass memang tidak memiliki impact yang menggetarkan pun tekstur yang baik layaknya dynamic driver, namun untuk ukuran BA di harga 1jt, pro one sudah sangat baik di bidang bass.

Mid pro one termasuk one of the best di harga 1 juta. Buat yang baru pake IEM single BA, sekali lagi cobalah biasakan dulu beberapa jam baru koar-koar, karena emang beda sensasinya BA sama dynamic. Mid agak forward dan agresif, yang luar biasa adalah claritynya yang aduhai sekali. Semua detil keluar, suara instrumen tidak ada yang menutupi. Vokal cowok maupun cewek sama baiknya, cukup lush dengan sedikit bumbu sibilance, tp dikiiit kok. Desahan napas tidak terdengar dekat, namun begitu terasa dan terdengar.

High pro one memiliki presence yang baik, lepas namun tidak mencapai atas sekali. Disini ada bumbu-bumbu tajam, tapi tajamnya masih dalam taraf enak, dan justru jadi ciri khas dan bumbu yang bikin eargasm. Suara-suara seperti senar gitar dan simbal semuanya begitu crisp. Detail high juga luar biasa baik.

Separasi pro one top notch, sangat baik di harga 1,1 juta. Semuanya terlepas, semuanya terpisah, semua berdiri sendiri. Staging juga bagus sekali, tidak luas banget (above average lah), namun wide nya diimbangi dengan sangat baik oleh depth, sehingga kesan 3D dan positioning instrumen menjadi sangat baik. Akurasinya yang jadi nilai jual utama disisi soundstage dibanding luas soundstage.

Bicara genre, pro one adalah musuh para basshead. So, yang suka trance/hip-hop/dll gak usah beli ini yah. Penyuka rock/metal saya rasa akan sangat suka IEM ini, diluar suara yang cenderung tipis kalau belum biasa, namun speed, agresivitas, clarity, dan highnya sangat memanjakan deh, seribet dan seriuh apapun suara instrumen, bisa dijabarkan dengan luar biasa. Penikmat jazz, akustik, instrumental gak usah ditanya, ini salahsatu alternatif terbaik. Penikmat pop masih oke lah, lack of bass bisa diboost by amplifier atau by software.

Kesimpulan
Untuk ukuran IEM BA 1,1juta, pro one ini jadi salahsatu kandidat kuat yang sangat layak masuk daftar belanja anda yang bukan basshead. Clarity, detail, akurasi, kualitas mid, kualitas high, dan speed bass nya top banget. Ada bumbu tajam mungkin mengganggu, dan buat yang belum pernah pakai single BA bakal merasa tipis kering, tapi itu hanya masalah kebiasaan saja. Kalau sudah suka, sulit mencari clarity seperti ini. Hanya anda temukan di hifiman RE0/RE-Zero (discontinued) atau another BA IEM, Final Audio heaven II (lebih mahal dikit)

Kelebihan :
- Clarity dan detail top banget
- sangat nyaman digunakan
- less fatiguing bila dibandingkan dengan IEM BA generasi sebelumnya

Kekurangan :
- twist kabel mudah terurai
- kalau belum terbiasa suara single BA harga sejutaan, akan terasa kering, tipis, dan pedes di telinga

Rating : 9/10

78 comments:

  1. Kalau dibandingkan denag Final Audio heaven II.. agan pilih yang mana ??

    ReplyDelete
    Replies
    1. selera saya sih lebih di pro one yah, soundsig pro one lebih agresif dan lebih nyerang, cocok buat saya yang 80% playlistnya musik brutal..

      Heaven II lebih cocok ke arah vokal dan mainstream, jauh lbh sweet dan kalem dari pro one

      Delete
    2. idem nih, prefer pro one daripada heaven II, btw ada ngga IEM yg karakternya mirip pro one tp <500rb?

      Delete
    3. susah, lebih tepatnya tidak ada..
      paling yg mendekati vsonic VC02, astrotech AM90, sony XBA-10(less bright than pro one)

      Delete
    4. ane dapet pro one 2nd 650k worth ngga gan?
      kondisi udah luntur gold plated jacknya, mau direter pake neutrik angle gold kira" pas ngga ya? pengen ada bassnya dikiit lagi ini pro one, overall detailnya ajib banget nih..

      Delete
    5. 650rb worth kok, sekarang memang segitu sekenannya :)
      Tapi klo mau bersabar, 650k bisa dapet yg kondisinya tanpa minus looh.

      neutrik tambah warm and bodied di mid dan bass, harusnya cocok. Tapi ya mungkin udah tau lah yah, passive component enggak sesignifikan active component, kadang di beberapa orang gak berasa perubahannya.

      Saran lain klo mau yg jelas berasa, ambil hippo tile. Itu ampli jodohnya pro one banget :)

      Delete
    6. halo, om mau nanya
      sound sig FAD Heaven II ini mirip2 gk ama pro one?
      playlist saya rata2 condong ke vocal. sisanya campur jpop, rock, jazz, instrumental.
      kira2 cocok gak ama FAD heaven II?? apakah heaven bisa bawain lagu2 yg musiknya rusuh dgn detil dan separasi yg jelas? atau mending ambil pro one?

      Delete
    7. untuk genre ente lebih masuk ke heaven II
      Heaven II di lagu rusuh klo cuman separasi dan detil sih gak masalah, tp gak bergairah aja klo diajak musik rusuh..

      Delete
  2. itu cara makenya kayak im50 ya om? kalo suaranya diadu sama im50 bgmn om?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap, over the ear seperti IM50.
      Karakternya berbeda mas, IM50 mid tebel berbobot dan bassnya gede, highnya smooth kuantitas cukup lah.
      Pro one bassnya tight tipis, mid enggak tebel kayak IM50 tapi clear bening bgt, kuantitas high jauh lbh banyak dan jauh lbh sparkling, kadang terdengar sedikit tajam. Detail kecil lebih tertangkap di pro one.

      Delete
  3. Klo H2H sama ue600 gimana menurut ente om ??

    ReplyDelete
    Replies
    1. pro one lbh agresif dan sparkling, low lbh berimpact. Sisanya yaa mirip-mirip lah..

      Delete
  4. Gan mau nanya2 nih.
    1. Apakah pro one cocok untk musik progressive metal?
    2. Apakah suara detil bass gitar dg tempo cepat masih terdengar dg jelas?
    3. Iem dg BA driver yg speed n detil mirip Pro one tp dg bass yg lebih nendang tp tetap tight?

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1. cocok
      2. Jelas. Klo mau lebih jelas lagi gunakan source yg warm misal fiio X3, X1 or amp yg warm misal hippo tile, mookamp
      3. etymotic ER4P, UE TF10, ATH IM02&IM03

      Delete
  5. Wuih, fast response :thumbup2
    carbo tenore vs pro one dalam hal melahap musik progressive metal lebih mantap mana Gan? Detil bassnya gmana dr kedua iem tsb?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kemaren ente masuk pas gw lagi OL. Wkwk
      Klo detil sih pro one, kalau kuantitas (besarnya bass) yaa tenore :D

      Klo digambarkan, pro one itu bassnya gak gede. dug dug dem dem doang, tapi setiap detilnya muncul..
      Klo tenore, bassnya lbh gede, duggg duuggggg, lbh berimpact, tp urusan detil kalah sama pro one, apalagi klo udh di speed cepat, ada bbrp yg seperti bertumpuk dibandingkan dg pro one

      pro one itu very picky thd source, beda DAP suaranya jg beda. Cocok bgt buat comparing DAP :D
      Tp dia bestnya sama DAP or amp yg cenderung warm sih

      Delete
    2. DAP & amp yg pas bwat pro one apa Gan?

      Delete
    3. Asyiknya colok sama yg warm dan tebel..
      All fiio DAP and hifiman series sih yg asyik menurut gw mah..

      ampnya hippo mookamp or hippo tile, itu emang didesain buat sinergi sama pro one (terutama mookamp)

      Delete
    4. Sip2 Gan, makasih bnyak penjelasannya. :thumbup2

      Delete
  6. untuk problem twist kabel, ada solusi g?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak ada :p
      Paling pas ngegulungnya yg rapi aja, dan pas mengurainya lagi jangan kasar, biar tetep keliatan rapi twistnya

      Delete
  7. Kalo pro one lebih cocok ke fiio x5 atau ak 100 mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Colok X1 enak, colok AK100 belum coba

      Delete
  8. Kalo banding TTPod T1-e termasuk upgrade ga? terus untuk soundsig beda jauh nggak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lumayan beda, pindah ke pro one bakal kerasa tipis-tipis body suaranya, dan juga bass yg jadi kecil.
      Tapi separasi, soundstage, detail meningkat joss

      Delete
  9. Om kalau iem ini colok langsung ke ipod touch 1g masih enak ga buat musik2 metal?

    ReplyDelete
  10. om gobedh, mungkin review prawan ini udah jauh lebih dulu dibanding auglamour ya yang baru baru aja mucul. tapi kalo dibaca kayaknya agak mirip mirip, bisa minta head2head om antar pro one dan ag-r1 ? terimakasih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. pro one lbh rewel lagi sama source sih, gonta-ganti DAP/DAC/amp efeknya lbh berasa drpd di AG-R1. Pro one colok dacport suaranya agak tipis-tipis, tapi klo colok SC onbrot lenovo G460 jadi tebel meski teknikality menurun drastis banget.

      Teknikality much better pro one, harga gak bohong. Pro one ekstensi low dan highnya jauh lbh baik dari AG-R1 yg agak kepotong. Clarity, detail, separasi, dan soundstage pro one lebih bagus

      AG-R1 mid dan vokalnya sedikit lbh tebel dan berbody dari pro one, tapi clarity dan artikulasi bagusan pro one. Pro one lbh rentan sibilance, tapi klo source componentnya sinergi dg baik dan filenya bukan mp3 yg dikompres berlebihan sih sibilance yg muncul gak sampe level mengganggu.
      Pro one bassnya lbh tight dan lbh lincah. AG-R1 bassnya sedikit lbh lambat. Klo sama-sama diboost pake amp, pro one lebih solid bassnya.

      Right upgrade dari AG-R1 sih IMHO ke heaven II sih, bukan ke pro one

      Delete
    2. wah makasih banyak om balasannya. wah kayaknya lebih baik ambil ag-r1 dulu ya om, lebih forgiving dibanding proone yang pilah pilih source, salah salah nanti malah ga enak. kalo heaven II ntah gimana rasanya terlalu enak tapi mainstream. kalo pro one kan khas driver BA pedes pedes gimanaa gitu om hehe

      Delete
    3. AG-R1 klo dibanding pro one emang lbh forgiving, tapi AG-R1 samasekali gak bisa dibilang ramah source sih, tetep aja pilih-pilih source buanget dibanding IEM lainnya. Makanya di review ini saya sampe merasa perlu buat menampilkan impresi dari berbagai setup

      Klo mau yg karakter kayak gitu tapi gak ribet di source, ambil fostex TE-02
      Bonus better extension dan texture dari AG-R1

      Delete
    4. oke om, TE-02 masuk list. tapi saya baca reviewnya om gobedh, cons TE-02 technicality nya biasa aja. bisa tolong jelaskan om, teknikaliti yang dimaksud seperti apa ?

      Delete
    5. tekstur suara gak impresif (selain di mid). Ekstensi low/high gak impresif, jd klo digambarin kurva tuh kayak mangkok kebalik, very low and very high freq roll off. Soundstage/separasi/detail klo disuruh bilang bagus/jelek yaa jawabannya bagus, tapi buat kelas 500 rebu soundstage/separasi/detail segitu itungannya sih yaa gak spesial lah. Adu-aduan sama T1/T1e masih okean T1/T1e

      TE-02 tuh tipikal IEM musikal sih, suara dan kolorasinya menghanyutkan

      Delete
  11. Om kalo pake iem ini apa yang lain buat live perform enakan pake complyfoam apa silicon aja? Maaf newbie wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. comply foam basically better noise isolation (harus comply ato merk lain yg kualitasnya sama yah, beda soalnya sama foamtips generik), tapi klo ente pake silicone tips yg fitting dan sealnya pas, dan juga silicone tips berkualitas bagus bukan yg abal-abal (misal ortofon, sony hybrid, spinfit, dkk), itu jg isolationnya gak kalah kok..

      Yg bikin pada ngeluh silicone isolationnya rada kurang tuh gara-gara dia gak nemu fitting dan seal yg bener, beda kayak foam yg di dalem kuping bakal ngembang jadi fittingnya lebih gampang dan lebih seal

      Buat live perform sebenarnya lebih aman pake foam, soalnya klo ente gerak gerak sampe salto juga bakal nempel di kuping. Klo silicon, apalagi yg fittingnya gak 100% bener, biasanya suka lepas di posisi tertentu.
      Tapi foam itu lifetimenya gak sepanjang silicone, lama-lama suka kotor plus bau apalagi klo dipake live perform yg tentu lebih berkeringat daripada pemakaian biasa

      Delete
  12. Bang, salam kenal. belum lama lepas pro one karena ga pernah nyaman pakai IEM over ear. Entah lubang telinga ane kenapa. Kira-kira kalau IEM apa yg pemakaian ga lewat over ear dan cocok buat telinga kecil apa ya yg mirip karakter sama ni pro one? Rentang harga 1 jutaan. Thx ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Klo bisa nemu RE0, ambil RE0.
      Klo susah, ambil heaven II aja, less aggressive but more sweet dari pro one

      Delete
  13. Om GOBEDH kalo di range harga 1jtan iem yg worth it to buy antara prone,shure 215,vsonic vsd5,ath yang karakternya pas buat musik rock blues metal apaan ya?
    Makasi sbelomnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. dari list, yaa pro one..

      215 big no buat metal
      VSD5 boleh juga, dibanding pro one dia lebih tebel lownya, lebih banyak sibilancenya, lbh gak rapi di musik cepat. Gw sih lbh ke pro one yah drpd VSD5 buat metal, di VSD5 agak bikin capek. Pro one agak tipis-tipis gitu, tapi clarity, separasi, dan speednya joss abis buat metalan. Klo kurang tebel low/mid nya tinggal gandengin sama sahabat karibnya pro one : mookamp or tile

      Delete
    2. Kalo slaen dari list apaan om yg recomended...hehe
      proone tu sensitip ama source g kang, soalna ane cuma pake hp(galnot3+poweramp+viper)...

      Delete
    3. sensitif banget.. beda DAP, beda amp, bisa beda impresinya

      paling cari RE0 ato grado iGi

      Delete
    4. oh gitu ya om...tengkyu...h2h antara 3 iem itu gmn om?

      Delete
    5. This comment has been removed by the author.

      Delete
    6. RE0 paling mirip sama pro one, better di tekstur (terutama tekstur low) dan ekstensi high. Pro one separasinya lbh bagus dikit (gak signifikan)

      iGi bassnya lbh berbody dibanding semuanya, dynamic jg paling bagus di antara dua lainnya, upper mid rada maju ala grado (tapi gak sampe sekuat grado SR kolorasinya) dan kadang agak tajam. Clarity dibawah RE0

      Delete
  14. hippo pro one kalo dari netral sama claritynya havi b3 pro1 gmn, Om?

    ReplyDelete
    Replies
    1. klo netral lbh ke B3 sih di kuping gw.Klo clarity pro one lebih oke, lebih bersih, lbh jelas, lbh tegas tiap bunyi-bunyian yg muncul

      Delete
  15. Om, kalo ud punya hippo pro one, recomended nggak ambil havi b3 pro1?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya terserah ente. Klo kangen impact ala dynamic yg lbh berbodi dan pengen yg relatif lbh flat, silakan ambil B3 pro 1. Tp klo udh suka forward, sweet di vocal, separasi, clarity, dan detail ala pro one yg oke, stick with pro one

      Delete
  16. Kalo xba10 less bright tapi claritynya gmn? Kalo om pilih mana, pro one atau xba10?

    ReplyDelete
  17. kalo dibanding dengan zero audio tenore gimana om?
    habis baca kayanya saya tertarik buat upgrade tapi di tempat saya gaada demonya pro one

    ReplyDelete
    Replies
    1. tenore bass impact lbh gede dari pro one, overall suara lbh punya body drpd pro one. Clarity, detail, separasi dibantai habis sama pro one.

      Delete
  18. kalo dibanding Sony XBA A1 ato Sony XBA100 yang sama-sama BA di range 1 jutaan, oke mana buat lagu Progressive Rock/Metal om?
    sebelom ini pake VB tapi udah lama rusak, sekarang pake earbud bawaan ipon :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. biasa VB buat metal?
      Ganti ke single BA yg disebut sama ente, kayaknya bakal kehilangan bass banget ente
      Mending cari zero audio douza aja

      tapi klo maunya yg disebutin, mending pro one. Klo bisa nemu RE0, mending RE0

      Delete
  19. nih iem susah banget nyari yang jual skrg
    kalo h2h sama vsd3 gimana om?
    buat screamo, post hardcore gitu
    kepaksa nyari alternatif ke vsd3 atau carbo tenore nih kalo ga nemu2 juga yang jual

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nyari separasi dan detil sih jelas dibantai sama pro one
      Drpd VSD3 mah mending VSD3S klo buat metal

      Delete
    2. wah kenapa gitu om?

      Delete
    3. VSD3S lbh detil dan bagus efek distorsi gitarnya buat metal

      Delete
    4. vsd3 sama vsd3s speednya cepetan mana?

      Delete
  20. Gan, kalo pro one vs xba 100 buat lagu akustikan, vocal, jazz bagus mana? Trus ampli nya pake fiio a3 atau rock amp (cmoy)

    Thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. akustik condong ke pro one, lbh sharp centrengannya dan detailingnya gw lbh suka
      vokal gw condong ke XBA100, lbh punya emosi
      jazz imbang lah gitu gitu jg

      Delete
  21. Wuih..fast response nih.. Thumbs up gan :) thx

    ReplyDelete
  22. Replies
    1. kalo kata om Gobedh,kalo harga segitu,yg kmrin kan cmn salah satu,detail atau fun,nah yg detail dan fun apa ya om Gobedh? makasih

      Delete
    2. carbo douza paling

      detil bagus buat IEM yg bassnya gede. Ya kalo dibandingin sama dBa-02 sih bagusan detil dba-02, tp bassnya jauh lbh kecil dari douza

      Delete
    3. akhirnya setelah mikir,beli tenore sm basso om Gobedh,tenore buat pop rock dll,basso buat edm soalnya punya 3 cd edm yg saya suka drdl,kepikiran duoza cmn eman blm ada dap,sisa uang pgn dap,xduoo x3 cukup kan om?

      Delete
  23. Sma dap yang bright ini bagus ga om? Contohnya xduoo x3

    ReplyDelete
    Replies
    1. klo suka suara yg ngebright yaa bagus bagus aja

      Delete
  24. Mo nanya dong kang....
    Skrg ane pke pro one + xperia 2011(active n arc s) buat dapny, nah kalo dap under 500 yg sinergi ma pro one ap y kang?buat musik mcem a7x,sod n pas band..

    ReplyDelete
    Replies
    1. mending nambah buat xduoo x2

      Delete
    2. Rncana ambil it si seken kan kyany dpt dbwh gope,,
      Kalo banding iphone bgmn kang tu x2?(ip4/ip5),
      Atu lg kang,eartips yg sama ato bhkan lbih nyaman dr bawaan merk ap y kang?
      Hatur nuhun......

      Delete
    3. kurang lebih setara 4s, dg prbedaan karakter (x2 lbh warm tebel)
      coba westone startips

      Delete