19 August 2015

REVIEW Basic HP-22

Kali ini kedatangan headphone portable entry level dari Basic nih, Basic HP-22. Headphone ini sudah diluncurkan belum lama ini dengan harga Rp 220.000 (Agustus 2015). Seperti apa suaranya?

Spesifikasi
Headphone
Speaker : dynamic driver 40mm
Sensitivity : 104dB
Impedance : 32 Ohm
Frequency Response : 20-20.000Hz
Cable length : 1,2m
Plug : stereo 1/8" (3,5mm)

Mic
Frequency response : 75-16.000Hz
Pick-up system : ohmi-directional
Sensitivity : -42dB
Impedace : less than 2,2 Ohm

Packing dan Paket Penjualan
Basic melengkapi HP-22nya dengan kabel standar with mic dan konverter untuk ke laptop/PC yang jack audio dan micnya terpisah, sehingga mic akan tetap berfungsi ketika dicolokkan ke laptop/PC

Desain, Build Quality, dan Kenyamanan
Mengadopsi bentuk portable headphone, HP-22 ini mengusung tema desain clean look. Tidak ada tarikan garis desain yang agresif/atraktif maupun permainan warna yang dinamis, yang terlihat hanyalah headphone yang desainnya simple dengan warna hanya full hitam atau full putih. Finishing glossy diterapkan pada cup headphone yang membuatnya terlihat elegan sekaligus sangat mudah terkotori jejak sidik jari. Desain seperti ini aman untuk digunakan semua orang, baik tua muda maupun pria wanita, tidak akan terlihat norak ketika memakai HP-22.
Headband dibalut oleh busa tipis yang cukup untuk membuat kepala bagian atas tidak terasa sakit ketika menggunakan Basic HP-22 ini. Clamping (jepitan ke kepala) pas, tidak longgar ataupun terlalu keras. Bahan permukaan pad lembut dan tidak membuat gatal, namun untuk pemakaian berjam-jam cukup panas dan busa pad menurut saya masih agak keras sehingga cukup sakitl di telinga. Isolasi suaranya lumayan, ketika dipakai di luar ruangan noise lingkungan cukup teredam, tidak sebaik IEM (In Ear Monitor) tentunya.
Basic HP-22 ini menggunakan detachable cable, yang asyiknya menggunakan konektor jack 3,5mm sehingga kita bisa bebas berkesperimen gonta-ganti kabel aftermarket atau buatan sendiri untuk meningkatkan kualitas suara atau untuk mendapatkan suara yang lebih sesuai dengan selera. Sisi positif lainnya dari detachable cable adalah, jika kabel bawaan rusak, tidak perlu membeli headphone baru atau menyolder ulang, cukup beli kabelnya saja yang banyak tersedia di pasaran. Hanya saja mungkin untuk varian kabel yang ada micnya masih terbatas ketersediaannya, dan jangan lupa perhatikan ada tonjolan pada earcup yang cukup besar di dekat jack, sehingga hanya jack yang bodynya ramping yang bisa masuk ke female jack headphone dengan baik.
Bicara build quality, Basic HP-22 ini terbilang cukup baik. Headphone terasa kokoh, ketika digunakan terasa mantap di kepala tanpa ada bunyi crack berlebihan. Memang sih ada sedikit bunyi crack ketika headphone direnggangkan, tapi ketika dipakai tidak ada lagi meski kita menggerak-gerakkan kepala atau headbang sekalipun. Finishingnya bagus, cat glossynya mulus dan mengkilap tidak terlihat ada bagian yang kasar, begitupun dengan busa di headband yang terpasang rapi. Lipatan jahitan di pad ada yang kurang rapi, tapi siapa sih yang peduli? Toh tidak mempengaruhi fungsi samasekali.
Bahan kabel yang digubakan cukup tebal dan lentur, jack menggunakan straight plug gold plated. Di Samsung Galaxy S3 dengan pemutar musik poweramp, tombol pada remote berfungsi sebagaimana mestinya. bisa untuk berbagai fungsi telepon seperti menjawab/berbicara/mengakhiri panggilan, bisa juga untuk pengontrol musik (play/pause/next/previous). Fungsi mic pun terbilang baik, suara yang terdengar di lawan bicara terdengar jelas.


Suara

Headphone ini sudah diberikan jam terbang menyetel musik cukup lama, lebih dari 100 jam.
Setup yang digunakan :
1. Laptop Lenovo dengan OS windows 8 dan pemutar musik foobar. DAC/amp menggunakan centrance dacport (ASIO out)
2. Direct to Samsung Galaxy S3, pemutar musik Onkyo HF Player/Poweramp

Bass
Basic HP-22 memiliki bass yang besar dan agak boomy, hentakannya cukup kuat. Untuk nyetel musik bassheavy terasa cukup menggelegar, basshead yang mencari portable headphone entry level harusnya sih bakal suka yah dengan bassnya HP-22 ini. Untuk musik-musik pop modern dan musik-musik yang butuh beat-beat bass pun tidak kalah asyiknya, fun abis. Detail dan kontrol bass agak kurang sip, bass terkadang sedikit melebar ke frekuensi di atasnya, cukup mengganggu ketika nyetel lagu-lagu cadas semacam metal dkk, bassnya agak blepotan dan kurang rapi.

Mid
Saya pribadi suka penempatan vokalnya. Gimana yah, dia tuh sedikit forward tapi tidak jauh dari tengah-tengah, sehingga vokal tidak terlalu nyemprot namun bisa melepaskan diri dari serangan bass. Vokalnya pun terdengar hangat, jelas, lepas, dan haluss sekali tidak ada sibilance. Pada lagu tertentu yang nuntut suara jernih misal lagu-lagu vokal kayak Susan Wong, Yao Si Ting, dkk, kadang ada sedikit dengungan diantara midrange dan bass yang membuat suara berkesan kurang bening. Namun untuk lagu-lagu selain yang sejenis dengan itu sih menurut saya tidak terlalu mengganggu yah. Suara-suara seperti gitar, biola, saxophone, dll yang kebetulan numpang main di midrange cukup bersih namun kurang detailed.

Treble
Highnya pas, tidak terlalu sparkling namun presensi high masih mudah dirasakan, tidak terlalu ditenggelamkan oleh suara-suara lainnya. High tidak terasa tajam samasekali, ini kabar baik bagi Anda yang phobia dengan treble nusuk. High di telinga saya kurang crisp dan juga kurang detailed, namun kalau sekedar suara-suara ciss ciss gemerincing sih masih okelah tidak sulit untuk ditangkap.

Separasi, Soundstage, Detail, etc
Separasinya lumayan, suara instrumen tidak terlalu bertumpuk-tumpuk, hanya saja di telinga saya masih kurang rapi dan tegas. Soundstage medium, dibilang sempit tidak, dibilang luas spacious juga tidak. Untuk harga segini sih saya sudah cukup senang yah, setidaknya suaranya tidak ngumpul ditengah semua. Soal detail yaa gitu deh, tidak impresif, harus berkonsentrasi untuk bisa mendapatkan detail kecil, bukan untuk detail lovers.

Genre
Sebenarnya kalau kita banyak bersyukur dan memaklumi, HP-22 ini cukup asyik sih buat berbagai genre lagu. Bestnya sih di musik-musik bassheavy, buat jedug-jedug joss. Buat musik-musik seperti langganan chart top 40 dan musik-musik pop modern lengkap dengan berbagai variannya pun tidak kalah mantapnya.
Agak kurang untuk musik-musik cadas/agresif, atau musik-musik yang nuntut kerapihan dan detail lebih.

Kesimpulan
Basic HP-22 ini lebih mengedepankan karakter suara yang fun, hentakan-hentakannya terasa menyenangkan tanpa ada suara-suara tajam atau kasar yang membuat cepat fatigue. Karakter bass yang besar namun tidak menenggelamkan vokal dan treble yang tidak ngumpet biasanya sih sangat disukai pasar entry-level, dan mungkin juga banyak orang.
Belum lagi keberadaan mic, sangat mengakomodasi para pengguna smartphone yang tidak ingin kehilangan fungsi call handling ketika mendengarkan musik. Kabel detachablenya pun lebih memberikan keleluasaan pada penggunanya untuk mengganti kabel bawaan ketika dia rusak atau Anda kurang puas dengan kualitasnya.
Namun sepertinya HP-22 kurang memuaskan bagi Anda yang senang memberi perhatian lebih pada detail dan kerapihan suara. Anda pecinta musik-musik brutal sepertinya sedikit cemberut karena bassnya yang kurang sip untuk mengejar permainan dobel pedal cepat dan rusuh.

Salahsatu kelemahan dari portable on ear headphone adalah cukup panas dan agak sakit kalau digunakan berlama-lama, dan Basic HP-22 pun masih terasa demikian. Kalau panas sih headphone portable closed memang relatif panas jika digunakan berlama-lama, namun saya berharap busa bisa dibuat lebih empuk agar tidak terlalu sakit ketika dipakai lama.

Plus
(+) bass besar namun tidak terlalu menenggelamkan sisi lainnya, biasanya sih disukai pasar entry level
(+) desain "aman", siapapun yang memakainya tidak akan terlihat norak dan kesan jelek lainnya
(+) ada mic dan detachable cable

Minus
(-) cukup panas untuk pemakaian lama, masalah klasik portable closed on-ear headphone entry level
(-) kurang cocok bagi Anda yang ingin detail dan kerapihan suara yang baik

9 comments:

  1. kalo dibaca impresinya mirip banget sama flashmob, jangan jangan cuma beda packaging sama BQ aja nih hehe

    ReplyDelete
  2. Gan coba bandingkan ini sama urbanears plattan dong. Basic kan kaya kw nya urbanears plattan, nah gimana ceritanya kalo dibandingkan sama versi orinya. Di tokopedia / bukalapak banyak kok hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. doain gw banyak banyak rezeki yah, biar bisa banyak banyak beli barang yg lain :D

      Delete
  3. Kalo dibandingin sama senn hd202 gmn om??

    ReplyDelete
  4. Kalo ini sama isk at2000 gimana om ? Btw sekarang isk at2000 harganya udah 300ribu pas ya :o

    Oiya sama headphone full size yang harganya murah selain isk at2000 gak ada lagi ya om?

    ReplyDelete
    Replies
    1. SQ only sih mending AT2000 kemana-mana

      Delete
  5. kalo sama aths100is mending mana ya om?

    ReplyDelete